Followers

Rabu, 03 Oktober 2012

DIARY DAUN-DAUN YANG TERJATUH (Catatan Hati Penderita Gagal Ginjal

DIARY DAUN-DAUN YANG TERJATUH
CATATAN HATI PENDERITA GAGAL GINJAL


Penulis: Sutanto Ari Wibowo
Buku keempatku.
Penerbit: Diva Press
Spesifikasi:

Tebal buku: 351 halaman
Harga: Rp 44.000,-

................................................................................................................


[Teruntuk penderita gagal ginjal—yang ada di manapun berada—semangat untuk sembuh, Kawan! Karena tiada penyakit yang tak bisa disembuhkan, bila Tuhan sudah berkehendak!!!]

...............................................................................................................................


Alhamdulillah, sujud syukur, walau dengan perasaan takut, akhirnya buku ini keluar juga. Semoga bisa diterima masyarakat dengan baik dan tidak menimbulkan polemik. Amiin. >.<

***

KATA PENGANTAR PENULIS:

Awal mula saya tergerak untuk menulis—atau lebih tepatnya disebut membukukan—catatan harian ini adalah karena saya begitu prihatin melihat—nyaris—setiap hari, selalu saja ada pasien baru yang memerlukan terapi hemodialisa. Atau kata lainnya; cuci darah. Pembersihan darah kotor juga cairan dari dalam tubuh karena ginjal mereka telah rusak. Padahal, kalau mereka sudah memasuki tahap ini, kebanyakan, mereka tidak akan lepas dari rutinitas cuci darah itu. Sungguh ironis. Sungguh membuat saya mengelus dada. Penyakit ginjal itu bukan penyakit ringan. Bukan penyakit yang patut disepelekan—ketahuilah. Namun penyakit ginjal adalah penyakit yang penuh penderitaan, bersifat—kebanyakan—seumur hidup, hingga ajal menjemput.

Karena itulah saya perlu untuk menulis catatan-catatan kecil ini. Siapa tahu berguna bagi masyarakat dan semua orang, demi memberantas penyakit mematikan itu. Hingga ke akar-akarnya—kalau bisa. Karena ternyata, cara untuk menghindari penyakit ini sangatlah mudah. Semudah minum air putih di pagi hari. Tapi lantaran kurangnya penyuluhan dari dinas kesehatan, banyak sekali orang-orang dari pelbagai kalangan dan usia yang terjangkit penyakit menahun ini, dengan disadari atau tanpa disadari.

Diary ini saya tulis dalam rentang waktu—kurang lebih—satu tahun. Dan itu artinya sudah selama setahun juga—bahkan kini lebih—aku bergelut dengan dunia asing itu, dunia yang menguras banyak emosi, pikiran, tenaga, juga keuangan, karena salah satu kakak saya juga mengidap penyakit itu. Takdir yang sudah digariskan oleh Allah Swt.

Maka izinkanlah, saya, sebagai manusia biasa, berbagi kisah ini pada kalian. Semoga saja bisa memberi manfaat, dan kalau pun tidak, cukup menjadi pembelajaran yang mungkin bisa kita renungi.

***

SYNOPSIS BUKU:

Aku pun tak akan menampik hal itu walau nasib memang tak memandang usia dan wibawa. Bila sudah tiba waktunya, akan terjadi juga suatu hal yang selama ini hanya bisa kita bayangkan dalam benak, yang sama sekali tak kita sadari. Suatu nasib yang misteri, yang terus menguntit kita dari belakang, dan hanya Allah Yang Maha Tahu. Jadi, kenapa kita takut?

***

Penyakit gagal ginjal yang diderita Kak Vi membuat hidupnya berantakan. Semua jatuh. Suami, kakak, adik, kedua anak, dan kedua orang tuanya turut bersedih. Berbagai cara dan obat dicoba demi menghindari dua opsi terakhir bagi seorang penderita gagal ginjal: cuci darah atau operasi. Sayang, penyakit kronik itu tidak sembuh juga. Bahkan, semakin parah.

Hingga, Kak Vi menyerah. Ia pun bersedia melakukan cuci darah. Sepanjang hidupnya. Setiap minggu, Kak Vi diantar ke rumah sakit untuk cuci darah. Namun, penderitaannya tidak juga berkurang. Bahkan, ia harus menyaksikan kematian teman-temannya sesama penderita gagal ginjal. Satu per satu.

............................................................................................

Di tengah pemahaman keliru masyarakat tentang penyakit gagal ginjal dan cuci darah, kisah ini hadir bagai oase yang memberikan pencerahan. Inilah sepenggal kisah seorang penderita gagal ginjal. Menggugah, mengharukan, dan menimbulkan simpati. Sebuah memoar yang membuat kita mensyukuri nikmat sehat yang kita miliki.

Selamat membaca! (Penerbit Diva Press)








































(Cover buku)

Tidak ada komentar:

TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG!!!

Ning, nong, ning, glung, Pak Bayan...
Sego jagung ora doyan...
Iwak ingkung, enak'e...
Kesandung dingklek, aduh Mbok'e...
:D

Total Tayangan Laman

Loading...

Cari

Nek arep nggoleki lewat kene: