Followers

Minggu, 09 Oktober 2011

EKSIS FOTO BARENG NOVEL PAIMO & MAK JENUN

Syuuuuuuupppppp Ahhhhhhhhh.....

Relaksasi kadangkala sangat begitu penting bagi otak kita yang kadang terlalu larut dan khuyuk dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Memasak, membaca, menyapu lantai, bekerja, bikin proposal, mencuci, membuat sego pecel, opor ayam, rengginang, dan lain-lain eksektra (bahasa Inggrisnya).

Nah, masih dalam rangka hari relaksasi Nasional dalam kalender Tahu Gembus yang dibuat Om Tanto, kali ini saya ingin mengupload lagi satu teman yang mau berfoto bersama Novel saya yang kedua: "Paimo & Mak Jenun".

Hmm, walau lokasi rumah dia lumayan jauh dari gubukku, tapi secara kasat mata, foto ini akan kuikat dalam simpul hati yang jernih, di kedalaman samudra makna yang tak ternilai. Semoga Mbak Eneng Susanti (nama dari yang berfoto ini, hihi), semakin semangat dalam berkarya, dan terus memperbaharui dunia dengan hal-hal yang baru dan mencerahkan.

Yuk, kita intip's langsung foto narsisnya kayak gimana...

Let's check it out!!!
.........................................................................































Tuh, narsis abis kan?
Hihi, salut deh,
Yang pasti, senyumnya boookkk, nggak nguatin....!!!

Ishhh, kayak apa aja...
(Becanda.com) :D

Sabtu, 08 Oktober 2011

EKSIS - FOTO BARENG NOVEL PAIMO & MAK JENUN

Ehhhhmmmmmmmmmmmm...........
Lupa minum dah tuh...

Prank! Prank! Prank!

Posting kali ini bukan mau membahas ataupun posting sebuah tulisan denk! Ini postingan hanya sebagai selingan saja, biar tidak bosen.

Hmm, sebagai penulis pemula, tentu aku ingin mencoba mengabadikan semua momen berharga dalam hidupku. Yang semoga saja akan sangat berguna alias berkesan di masa mendatang.

Jadi, setiap saya melihat apa yang saya anggap berharga, maka akan saya masukkan dalam kotak yang ada di dalam hatiku dan saya selimuti dengan tabir hati yang dalam. Seperti edisi kali ini, saya menemukan sebuah foto dari teman-teman, yang beruntungnya ternyata dia adalah pemenang dari lomba Suka-Suka Novel yang saya bagikan bulan September kemarin, dia adalah Hw Prakoso.

Mending kita intip langsung saja yuk fotonya, semoga saja tidak merusak pemandangan Anda.

Hihi, enggak denk, becanda! ^_^







































Lihat, narsis kan dia?

Dan buat mas Hw, makasih ya udah upload foto Novelku. Haha. :D

Kamis, 22 September 2011

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA SUKA-SUKA NOVEL "PAIMO & MAK JENUN"

Wah, ternyata sudah tiba ya saatnya pengumuman akan pemenang dari Lomba yang sudah saya adakan sedari 1 bulan yang lalu. Hmm, walau tak terlalu banyak yang mengikuti event ini, tapi dengan hadiah yang begitu minim (cuma 3 buku) tapi tentu saja setidaknya masih ada persaingan di antara peserta lomba, karena jumlah teman yang mengikuti ada lebih dari 3 orang.

Semalam telah saya hitung berulang-ulang, dari keseluruhan peserta, berdasarkan poin dan nilai dari kualitas resensi yang mereka bikin, serta kesesuaian mereka dalam mematuhi segala syarat dan prasyaratnya, akhirnya saya telah mendapatkan tiga orang pemenang yang layak mendapatkan buku terbaru saya tersebut.

Tapi sebelum itu, saya mau menjelaskan, bahwa penentuan pemenang atas lomba ini adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat (apalagi digigit), karena saya sudah memberitahu kepada semua peserta bagaimana kriteria pemenang yang layak mendapatkan buku gratis plus tanda tangan dari penulisnya langsung (yang ini agak narsis!) :D
Okelah, tidak usah berbasa-basi lagi. Kebanyakan bicara entar bibirnya bisa jontor. :P

Daaaaaaaaaaaannnnnnnn...... Pemenangnya adalaaaaaaahhhhhh...... Teman yang bernamaaaaaaaa :
 
  1. Hw Prakoso 'Aqil Aprilianto'
  2. Abdullah Ar Risalah
  3. Eneng Susanti

Selamat yaaa kepada ketiga pemenangnya!!! Semoga semakin sukses dan selamat menikmati Novel Gemblung ini...!!!!!
 
Bagi yang kalah jangan berkecil hati, karena InsyaAllah saya akan segera (dalam proses) membuat edisi keduanya, jadi nanti bisa ikut di lomba berikutnya (jika ada, hehe) :p




(Maaf nggak ada kembang api!) :p
Bagi yang menang boleh lonjak-lonjak!!! :D

Senin, 12 September 2011

Kopdar Grup Kepenulisan "CENDOL" di Yogyakarta

Sebagai seorang penulis, tentu saja kita tak lepas dari sebuah komunitas kepenulisan yang secara tidak langsung akan memberikan kita sebuah dorongan maupun semangat, untuk terus menghasilkan karya-karya yang bermutu. Walaupun tanpa itu semua kita memang bisa berdiri sendiri jika semangat yang kita punya sudah membara dan berkobar-kobar.

Namun bukan hanya itu saja sisi positif yang bisa kita ambil, akan terlalu sempit jika kita berpikiran seperti itu, melainkan kita bisa saling bertukar pikiran dan menambah ilmu yang kita punya. Bahkan tak hanya sebatas itu, kita bisa memperoleh banyak "hal" yang akan terlalu panjang jika saya utarakan semua di tulisan ini.

Jujur, saya memang kadang terlalu sulit untuk menyesuaikan diri di sebuah kalangan yang terdiri dari banyak orang. Kehidupan saya selama ini lebih terkesan "sepi", tanpa banyak orang yang menemani. Yeah, masa lalu yang pahit. Tapi, entah kenapa, setelah saya bertemu dan bergabung dengan Grup kepenulisan Online yang bernama "CENDOL", saya merasakan ada suatu hal yang berbeda. Saya merasakan ada suatu "kehangatan" di sana, suatu keluarga, yang walaupun kita berbeda jarak, tapi seolah terasa sangat dekat. Saya tak melebih-lebihkan akan hal itu. Karena kenyataannya memang seperti itu. Berikut ini buktinya, foto-foto saat diadakan Kopdar di Yogyakarta, yang ketika bertemu, seolah-olah kita langsung kenal saja. Akrab sekali. Luar biasa.


 Foto saat perkenalan. Hihi. Grogi dikit. Dilihatin Bunda Titie Surya soalnya. ^__^



Yang ini foto saat mendengarkan Mbak Nita Tjindarbumi memberikan ilmu tentang kepenulisan. Hihi, ganteng yak aku. Kayak Arman Maulana. ^__^



Ini foto keseluruhan peserta yang ikut Kopdar Yogyakarta. Ada suker Donatus A. Nugroho juga, bunda Titie Surya, bunda Astuti, dan lain sebagainya. Yang pasti, aku yang paling ganteng! :P


Hasil yang saya dapat dari Kopdar itu antara lain, selain menjalin silaturahmi, juga mendapatkan ilmu tentang kepenulisan yang disampaikan oleh Mbak Ari Kinoysan. Tentang bagaimana kita bersikap, bagaimana kita mencari penerbit yang cocok, bagaimana memasukkan karya ke suatu penerbit, bagaimana mengolah ide hingga menjadi suatu tulisan yang layak terbit, dan lain sebagainya. Semuanya dijelaskan dengan gamblang dan sejelas-jelasnya.

Pembicara selanjutnya adalah Mbak Nita Tjindarbumi. Dia menyampaikan dengan loyal sekali, membuka suatu rahasia menembus media--terutama majalah--agar bisa diterima dengan mudah. Sebuah ilmu yang sangat bermanfaat. Tapi mohon maaf, tidak sempat saya tulis di sini. :p
Kiranya cukup sekian saja tema bagi-bagi ilmu kita. Bila ada salah kata, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. (Jiacchhh... kayak acara hajatan saja) :D

Yang pasti, salam sastra dan sejahtera.
Tertanda,
Si Kucing Merah.


Mimpi - Pohon Berdaun Kuning

Malam ini saya terbangun dua kali. Dan dalam semalam itu, entah bagaimana kejadiannya, saya juga bermimpi selama dua kali. Dengan tema cerita yang berbeda. Dengan setting dunia yang berbeda.

Saya terbangun ketika kakak ipar saya sedang menyetel televisi pertandingan bola, dan tak saya hiraukan sama sekali. Saya berada di kamar, sementara televisi terletak di ruang tengah. Saya melanjutkan tidur lagi karena tadi malam begitu mengantuk, sampai-sampai laptop yang saya letakkan di samping kepala saya, yang masih menyala dan masih saya cas, tidak sempat saya matikan bahkan untuk jaringan internetnya.

Mimpi saya yang kedua, selepas mimpi tentang seorang laki-laki yang membawa pistol dan menembakkan ke langit-langit ruangan itu, saya bermimpi menjelma menjadi seorang anak kecil yang berusia sekitar 17 tahun. Lumayan muda, daripada sekarang. Anehnya, saat itu saya sedang membawa sabit yang sangat tajam karena mau mencari rumput atau dedaunan di sebuah sawah, yang entah rumput itu untuk binatang peliharaan siapa, saya juga tak tahu--karena dalam dunia nyata saya memang tidak mempunyai kambing atau sapi.

Ada beberapa anak kecil yang berada di sana--di pinggiran sawah dekat rumah--yang memang saya tahu dia adalah anak dari tetangga dekat saya sendiri--salah satunya. Lalu, saat saya melihat ke tepi sawah yang lain, di sana ada beberapa batang pohon yang daunnya berwarna kuning cerah--bentuk daunnya seperti daun waru namun entah mengapa seluruhnya berwarna kuning.



Karena saya sama sekali belum mendapatkan rumput atau daun--yang entah buat peliharaan siapa--tanpa basa-basi saya langsung memotong pohon itu, yang mungkin tingginya hanya sekitar satu meteran. Saya papras pohon berdaun warna kuning cerah itu separuh. Tiba-tiba saja datanglah seorang nenek-nenek tua yang memarahi saya karena telah memotong pohon-pohon yang ia tanam.

Nenek-nenek itu memarahi saya habis-habisan--dan saya tahu kalau itu adalah nenek-nenek tua yang tinggal di samping rumah saya.

Di saat itu, dalam mimpi yang lebih mimpi lagi, pikiran saya tiba-tiba saja terlempar ke masa lalu, yang mengingatkan saya bahwa dahulu kala, saya juga sempat bermimpi seperti ini. Hanya saja, nenek-nenek tua itu dulu memperbolehkan saya untuk menebang pohon-pohon di samping sawah itu.

Saya pun berkata pada dia, "Loh, Nek, dulu kan nenek sendiri yang bilang, kalau tak apa-apa menebang pohon itu. Kok sekarang malah marah-marah sama saya?"

Tapi nenek itu tetap saja ngotot memarahi saya karena telah menebang pohon miliknya.

Setelah itu, saya pun menghentikan aksi penebangan itu, agak nggerundel atas sikap nenek-nenek tua itu yang tak konsisten atas ucapannya dahulu.

Saya pun pergi dari sana. Tapi entah kenapa, saat saya pulang, saya merasa malu luar biasa, karena saya pulang dengan tanpa mengenakan celana pendek saya. Bahkan sempak saya. Ada seseorang yang melihat dan mengikuti saya dari belakang, tapi saya tak tahu siapa dia. Yang pasti, bukan nenek-nenek itu. Dan akhirnya saya pun terbangun dari mimpi.

Mimpi - Laki-laki Yang Meletuskan Pistol

Tadi malam, untuk yang kesekian kali, aku mengalami mimpi lagi. Mimpi yang bisa dibilang aneh, atau mungkin biasa saja, karena mimpi hanyalah bunga tidur. Benar, bukan? Walaupun mimpi itu sendiri masih dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu mimpi yang memang berasal dari Allah (kebenaran yang akan terjadi, yang dia tunjukkan lewat alam mimpi--seperti mimpi bertemu Nabi), mimpi yang berasal dari syetan (yang ingin mengganggu kita atau menyesatkan kita), dan mimpi sebagai bunga tidur.

Saya sendiri, masih belum paham betul bila harus menggolongkan mimpi seseorang masuk dalam kategori mana. Karena mimpi itu memang masih bersifat "maya-wi" alias tak tampak. Mungkin, hanya Nabi Yusuf saja yang bisa mengartikan mimpi. Selebihnya, hanya Allah yang tahu.

Hmm, bila kalian bertanya kepada saya, bagaimanakah pendapat saya tentang mimpi itu sendiri (yang saya alami) dan bagaimana saya menyikapinya?

Saya akan menjawab: Mimpi itu adalah sumber penghasilan saya. Karena berasal dari mimpi itu sendiri, saya mendapatkan suatu cerita (dan tentu saja tak perlu pergi kemana-mana), untuk kemudian saya tulis menjadi sebuah Novel atau cerpen. Bagi saya, mimpi itu ide. Walau kadang memang membuat saya ketakutan setengah mati hingga menyebabkan saya tak bisa tidur dengan nyenyak kembali karena saking buruknya mimpi itu. Tapi toh dalam sehari atau pun dua hari saja mimpi itu akan terlupakan, jadi enjoy saja. Anggap ini suatu pengalaman menarik menjelajahi dunia asing. Dunia yang terbebas dari segala macam realitas yang kadang menurut kita terlalu menjemukan atau pun menyebalkan.

Hari ini, tepatnya tadi malam, saya mengalami mimpi selama dua kali.

Yang pertama, saya bermimpi sedang berada di sebuah rumah kecil, di antara orang-orang yang juga asing, sama sekali belum pernah saya lihat. Ketika beberapa waktu saya berdiri di antara mereka, tiba-tiba saja suasana menjadi kacau (bukan kacau seperti ada demonstan atau peperangan), tapi orang-orang itu sibuk menuangkan kue dan segala jenis manisan ke dalam gelas-gelas cantik dan mangkuk kaca. Ada agar-agar, ada manisan yang berwarna hijau, ada cenil juga, dimasukkan dalam satu wadah kemudian diguyur dengan sirup kental warna hijau.

Setelah beberapa saat, ada ketukan pintu. Salah seorang membukanya. Saya menjulur-julurkan kepala, pengen tahu. Ternyata banyak sekali orang di depan rumah, dan kini mulai merangsek masuk dengan teratur. Anehnya, beberapa orang yang bersama saya tadi sudah berjejer di depan pintu, menyalami mereka satu per satu. O, sekarang saya tahu. Ini seperti berada di pesta ulang tahun. Atau pesta perkawinan yak?
Beberapa orang yang sudah masuk ke ruang kecil itu kemudian mengambil makanan manis-manis yang kami persiapkan tadi, yang lebih anehnya lagi, tiba-tiba saja mereka sudah membawa piring makanan sendiri dari luar (piring makanan yang berisi nasi dan lauk pauk). Heran saja, karena biasanya nasi dimakan belakangan, setelah makanan-makanan ringan. Ternyata benar, tak lama setelah itu si pemilik acara segera menyuruh mereka untuk meletakkan piring dan mengambil cemilan manis yang sudah kami persiapkan di meja tengah. Mungkin mereka yang tak tahu adat.

Hingga ketika saya menyalami orang yang terakhir, entah kenapa saya merasa ada firasat aneh dengan orang itu. Pipi laki-laki itu kempot, memakai baju hem putih (bergaris lurus kecil dan jarang), bercelana panjang warna hitam, dan sebelah tangannya masuk ke dalam hemnya itu seperti sedang membawa/menyimpan sesuatu.
Laki-laki itu tidak mau menerima uluran tangan saya--yang semakin membuat saya heran dan jantung saya mulai berdetak tak beraturan. Jangan-jangan orang itu menyimpan sesuatu yang membahayakan di dalam bajunya itu, saya pikir-pikir.

Ternyata benar dugaan saya, ketika laki-laki itu tidak mau saya jabat, dia malah melangkah maju ke depan dan mengeluarkan tangan kanannya yang sedari tadi dia sembunyikan di dalam baju hem putihnya. Ternyata, laki-laki itu membawa pistol berkilat, yang langsung ia letuskan di udara, yang sontak membuat panik orang-orang. Saya pun begitu. Saya segera berlari ke dalam dan memberitahu orang-orang.

Entah bagaimana kejadiannya, laki-laki itu ternyata berhasil dibekuk oleh orang-orang, dan dibawa masuk ke dalam sebuah ruang yang berada di teras rumah--sebelah kanan. Selama orang itu disingkirkan, saya memberitahu tetangga saya (satu-satunya orang yang saya kenal di situ--tetangga asli--yang bekerja sebagai tukang kebun sebuah sekolah) dan ia langsung marah-marah. Dengan geram ia segera berlari ke depan dan masuk ke dalam ruang tempat laki-laki itu disekap, dan saya membuntutinya. Terjadi perkelahian hebat di sana--saya lihat--karena laki-laki itu dipegang oleh banyak orang (lebih dari 5 orang mungkin). Apakah karena saking kuatnya laki-laki itu, saya tak tahu.

Laki-laki itu dibawa mendekat ke arah saya, dan entah kenapa saya juga jadi geram mengingat tindakannya yang meletuskan pistol di dalam rumah. Dalam keributan orang-orang yang berusaha memegangi tubuh dan tangan laki-laki itu, saya berusaha merangsek masuk dan memukul kepala laki-laki itu. Berulang kali saya memukul kepala laki-laki itu--karena dia membelakangiku.
Dan setelah dia berbalik, entah kenapa tukang kebun yang semula emosi dan ingin menghajar laki-laki itu, malah memarahi saya, karena ternyata laki-laki itu hanyalah tetangga sendiri. Pantas saja sedari tadi tidak ada yang terlihat memukul wajah laki-laki itu, batin saya. Cuma saya saja malah yang emosi dan berulang kali memukul kepala laki-laki itu dengan kuat. Dan setelah saya perhatikan-perhatikan, ternyata memang benar, laki-laki itu adalah tetangga saya sendiri. Waduh, kok bisa ya? Padahal saya yakin benar kalau tadi bukan dia yang menembakkan pistol itu di dalam rumah.

Aneh sekali sih?
Yah, memang begitulah mimpi. Kadang aneh, lucu, atau pun menyeramkan.
Yang jelas, enjoy saja deh.... :)


Sabtu, 27 Agustus 2011

LOMBA SUKA-SUKA BERHADIAN NOVEL "PAIMO & MAK JENUN"

Salam Sejahtera Teman-temanku yang berbahagia,

Dalam pada kesempatan kali ini saya hanya ingin berbagi "kabar gembira" kepada teman-teman semuanya.
Demi memeriahkan Hari Lebaran esok, saya ingin membagikan 3 (tiga) buah Novel saya, yang berjudul "Paimo & Mak Jenun".
Caranya cukup mudah. Karena ini cuma lomba suka-suka bagi-bagi buku, maka syaratnya yang gampang-gampang saja. Check this out:

Syarat lomba:
  1. Add FB penulis dulu, biar nanti mudah dalam penilaian: Ari Naicker.
  2. Follow blog penulis, yang kebetulan baru dibangun, di alamat: www.soecool.blogspot.com [jadi yang belum follow, harap follow dulu, karena saya ngeceknya lewat blog]
  3. Buat catatan se-kreatif dan semenarik mungkin, yang isinya berhubungan dengan Novel Paimo & Mak Jenun, agar teman-teman kalian tertarik untuk membacanya, termasuk "sinopsis" dan "cover buku", yang nanti akan saya lampirkan di bawah info ini.
  4. Tag minimal 20 orang, termasuk akun penulis.
  5. Penilaian akan dilakukan berdasarkan jumlah komentar/isi/like/dll. Jadi buat info semenarik mungkin, agar teman-teman kalian mau berkomentar.
  6. Lomba ini ditutup tanggal 20 September, pkl 24.00.
  7. Pemenang akan penulis inbox Fb dan diumumkan di blog. Lomba ini gratis-tis, jadi nanti novel akan saya kirim ke rumah pemenang. Catatan: masih dalam lingkup Indonesia saja. kalau luar negeri, berat di ongkos buu...! :P


Ini dia Sinopsis yang harus kalian lampirkan di Note kalian, termasuk cover bukunya, dan kalian bisa membuatnya sekreatif mungkin:

Sekilas tentang isi buku:
  
Bila kamu masih mencintaiku seperti dahulu dengan sepenuh hati, maka bersegeralah kamu menemuiku. Pintu rumahku kini terbuka untukmu. Anak-anakku sudah memaafkanmu. Kini, tinggal musyawarah kita saja, kapan dan tanggal berapa kita akan melangsungkan pernikahan. Lalu kikuk-kikuk. Hehehe.
Bye bye Mas Paimo yang gondrong atas-bawah.
Aku menunggumu.

Mak Jenun.

***

Cinta bisa menyerang siapa saja. Di mana saja. Kapan saja. Sialnya, cinta itu tak memandang harta, wajah, dan postur tubuh. Seperti halnya Paimo, yang begitu mencintai kekasihnya, Mak Jenun, walau ia gemuk, buruk, janda beranak empat, dan melarat! Walau harus berhadapan dengan Markuntil, anak Mak Jenun yang paling garang menantang hubungan dua orang yang dianggapnya terlarang, Paimo tetap tegar tak gentar.

Ya, kisah Paimo & Mak Jenun dalam novel ini adalah roman cinta paling gila, lucu dan menghibur, sekaligus memberikan wejangan hati yang sering ngelantur. Dituturkan dalam bahasa yang mengalir, apa adanya, dan penuh dengan guyonan khas penulisnya, novel berlatar tempat di Pasar Njalen, Desa Mbubut, Kecamatan Keok-Keok, Kabupaten Telek Pitik ini siap mengantarkan Anda untuk sejenak melupakan segala problema hidup yang kian mengangkasa.

Sugeng mersani!

Selamat ngakak bersama karya Om Sutanto Ari Wibowo Nendang Boto Limo Ora Popo Mung Gur Mlenthung Gedene Sak Prinsilane Sapi Brenggolo ini!


Senin, 06 Juni 2011

Novel Paimo & Mak Jenun

Horeeee.... Novel terbaruku segera terbit!!!!

Judul: Novel Paimo & Mak Jenun.

(versi lucunya novel Layla Majnun, hihi) ^^

Sekilas tentang isi buku:

Bila kamu masih mencintaiku seperti dahulu dengan sepenuh hati, maka bersegeralah kamu menemuiku. Pintu rumahku kini terbuka untukmu. Anak-anakku sudah memaafkanmu. Kini, tinggal musyawarah kita saja, kapan dan tanggal berapa kita akan melangsungkan pernikahan. Lalu kikuk-kikuk. Hehehe.

Bye bye Mas Paimo yang gondrong atas-bawah.

Aku menunggumu.

Mak Jenun.

***
   
Cinta bisa menyerang siapa saja. Di mana saja. Kapan saja. Sialnya, cinta itu tak memandang harta, wajah, dan postur tubuh. Seperti halnya Paimo, yang begitu mencintai kekasihnya, Mak Jenun, walau ia gemuk, buruk, janda beranak empat, dan melarat! Walau harus berhadapan dengan Markuntil, anak Mak Jenun yang paling garang menantang hubungan dua orang yang dianggapnya terlarang, Paimo tetap tegar tak gentar.

Ya, kisah Paimo & Mak Jenun dalam novel ini adalah roman cinta paling gila, lucu dan menghibur, sekaligus memberikan wejangan hati yang sering ngelantur. Dituturkan dalam bahasa yang mengalir, apa adanya, dan penuh dengan guyonan khas penulisnya, novel berlatar tempat di Pasar Njalen, Desa Mbubut, Kecamatan Keok-Keok, Kabupaten Telek Pitik ini siap mengantarkan Anda untuk sejenak melupakan segala problema hidup yang kian mengangkasa.

Sugeng mersani!

Selamat ngakak bersama karya Om Sutanto Ari Wibowo Nendang Boto Limo Ora Popo Mung Gur Mlenthung Gedene Sak Prinsilane Sapi Brenggolo ini!

HAHAHAHA, TUNGGU EVEN GRATISAN BUKUNYA DI BLOG INI YA, TEMAN-TEMAN...
SELAMAT BERKARYA!!! ^_^

Kamis, 28 April 2011

MANTRA (Kitab Rahasia Malaikat)

Raja Keindizie Romein, raja pertama dari Kerajaan Afzein wafat pada saat perang pertama melawan Kerajaan Dombire, yang dipimpin Ratu Nivera. Kekalahan ini membuat rakyat Afzein hidup dalam kesengsaraan. Sebab, Ratu Nivera tidak hanya membunuh Raja Keindizie Romein dan permaisurinya, tetapi juga membentengi Kota Afzein dengan mantra jahat, membuat penduduk bagaikan burung dalam sangkar. Mereka tidak dapat keluar dari kota dan setiap enam hari sekali, harus bersiap men-jadi tumbal bagi Ratu Kegelapan, Nivera.

Ratu Nivera juga berhasil membunuh raja kedua Kerajaan Afzein, Raja Keintjizie Romein, yang tak lain adalah putra pertama dari Raja Keindizie Romein, dengan mengguna-gunainya. Sehingga, Romuza, sang panglima pun merasa berkuasa karena tak ada lagi keturunan raja yang masih hidup di Kerajaan Afzein, kecuali jika putra kedua Raja Keindizie Romein, yang hilang saat perang melawan Kerajaan Dombire, muncul kembali. Romuza berusaha menemukan putra kedua raja tersebut untuk dibunuh. Tinggal sepuluh hari lagi, penobatannya sebagai Raja Afzein yang ketiga akan digelar.

Tanpa disangka, seorang tahanan kerajaan bernama Kizzorgy Poesie, yang dipekerjakan sebagai tukang kebun istana, mempunyai ciri-ciri yang dimiliki oleh keturunan Raja Keindizie Romein, seperti yang dijelaskan dalam kitab Rahasia Malaikat, yang selama ini disimpan rapi oleh Kakek Herdtqolf. Nyawa Kizzorgy Poesie pun terancam! Apalagi Romuza juga berhasil mencuri kitab Rahasia Malaikat milik Kizzorgy Poesie melalui tangan teman dekat Kizzorgy Poesie sendiri.

Mampukah Kizzorgy Poesie menyelamatkan diri dari ancaman pem-bunuhan Romuza sekaligus membebaskan Kerajaan Afzein dari penyihir jahat Nivera? Simak cerita seru novel menggetarkan ini yang akan membuat Anda tegang dan bergidik dari awal hingga akhir!!!***

Yeah, ini adalah Novel pertamaku, teman-teman. Novel yang selalu akan menjadi kebanggaanku, karena ia adalah penyemangat hidupku. Setidaknya, dengan lahirnya Novel ini, sebuah jalan panjang membentang di hadapanku, dan aku tinggal melintasinya semampu yang aku bisa.

Sebenarnya dulu aku berencana membikin buku ini menjadi tiga edisi (yang dua edisi ternyata sampai sekarang belum aku buat, walau teman-teman banyak juga yang menanyakan), jadi kalau kalian membaca Novel ini pasti serasa masih ada yang kurang, karena endingnya tampak tak terselesaikan semuanya. Hmm, buku edisi kedua sama ketiganya nanti-nanti saja ya teman-teman, kalau sudah ada lebih banyak lagi permintaan dari temen-temen penikmat buku-bukuku. ^.^

Oh iya lupa, itu judul Novelnya sebenarnya MANTRA (Kitab Rahasia Malaikat), bukan Rahasia Kitab Malaikat. Penerbitnya salah nulis, sory... ^_^

Cheerssss!!!!!! ;)

SELAKSA MAKNA RAMADHAN

Nah, ini dia nih buku antologinya sudah jadi. Antologi selaksa ramadhan yang diperlombakan pas bulan ramadhan tahun 2010 kemarin. Aku masuk dalam 10 besar lho teman-teman. Tapi sayang, hadiahnya cuma diambil tiga (3) besar doang. Jadi gue nggak kebagian hadiah deh. (Nangis bombay dot com T.T ).

Tapi, walaupun begitu, aku tetap bersyukur bisa masuk dalam 10 besar. Karena pesertanya juga buanyak sekali, gila. Dan setelah jadi, covernya juga nggak mengecewakan. Lihat, bagus kan covernya? Walau harganya juga bagus, hehe.

In the last, jangan lupa beli buku ini ya teman-teman. Karena isinya sungguh berfariasi karena berisi banyak sekali cerita, yang masing-masing mempunyai pesan moral sendiri-sendiri.

Aku saja pengen beli, masak kamu enggak? Gila. :P

Daaaannnn, ini dia synopsis (maksud gue) sepenggal endorsement dari penerbitnya. NIkmatin yaaa.... ;)



Judul : Selaksa Makna Ramdhan
Penulis : Dang Aji, Tridju Pranowo, Sutanto Ari Wibowo (S.o.E) dkk
Tebal : iv + 291 hlm
Harga : Rp 56.400,-

Sinopsis:

Begitu beragam inspirasi yang bisa dimaknai dalam bulan suci Ramadhan. Sebuah bulan mulia yang sengaja Allah turunkan bagi keberkahan seluruh umat islamdi atas bumi. Inspirasi-inspirasi itu coba dibagi oleh para penulis dalam buku sederhana ini.Buku ini berisi 200 kisah sarat makna dari 425 naskah yang masuk dalam even Lomba Menulis yang didukung oleh Group Untuk Sahabat dan Blog Cerpen Tiga Tujuh.Selain itu, terdapat pula 11 cerita komedi pilihan yang dirangkum dari kisah seputar Hari Raya Qurban.Cerita menarik yang diracik dengan apik dalammenyampaikan pesan religius melalui seekor kambing qurban.Kisah-kisah inspiratif dalam buku ini dapat menjadi pilihan bacaan yang segar dalam memaknai hadirnya setiap momen spiritualyang kian melengkapi hidup kita menuju indahnya jalan Illahi.

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order,all!!

TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG!!!

Ning, nong, ning, glung, Pak Bayan...
Sego jagung ora doyan...
Iwak ingkung, enak'e...
Kesandung dingklek, aduh Mbok'e...
:D

Total Tayangan Halaman

Cari

Nek arep nggoleki lewat kene: